Langsung ke konten utama

Unggulan

Dunia Bukan Tempat "Orang Hidup."

 Dawuh KH. Nurul Huda Djazuli ,  Dan dunia ini seperti dikatakan, Allah itu memiliki hamba-hamba yang sangat cerdas, pintar yana sangat hebat luar biasa. Melihat dunia dia akhirnya justru menceraikan dunia itu menggangap dunia itu tidak cocok untuk orang hidup, bukan tempat domisile bagi orang-orang hidup. Tetapi yang jelas! dunia itu sebenarnya tempatnya orang-orang mati! itulah! para hamba Allah yang cerdas, yang pintar yakni Al-Auliya' al-'Arifin . "Allah itu punya hamba-hamba yang pintar, cerdas, menceraikan dunia karena takut fitnah." Setelah tahu bagaimana? bahwa dunia bukan tempat domisile, bukan tempat selamanya bagi manusia. "Dianggap dunia itu sebagai ombak yang dahsyat dan sangat menakutkan." Itulah mereka para Wali-wali yang cerdas! dan pintar.       🤲 Allahummaftah 'alayya futuhal 'arifin bihikmatika, wansyur 'alayya rahmataka, wadzakkirni ma nasitu, ya dzal jalali wal ikrami.

Sayyidah Fāthimah bintul Mutsni Ra.

Sayyidah Fāthimah bintul Mutsni Radhiyallahuu 'Anha.

Semua kebutuhan Sayyidah Fāthimah ini tercukupi dengan menggunakan surah al-Fatihah. Dan beliau sudah berumur 95 tahun tapi kelihatan masih muda, cantik halus lembut bagaikan gadis berumur 14 tahun. Orang yang bisa diangggap bisa melayani beliau hanya asy-Syaikhul Akbar Muhyidin Ibnul 'Arobiy. Syaikh Ibnul 'Arobiy berkata dalam kitab al-Futuhatul Makkiyah yang ringkasnya begini: "Aku berbakti beberapa tahun sampai beliau berumur 95 tahun lebih. Beliau makannya sedikit sekali dari makanan yanh sudah terbuang di tempat sampah. Aku malu jika melihat wajahnya karena pipinya masih kelihatan merah manis halus dan cantik. Orang menyangka beliau masih berumur 14 tahun." Beliau punya hal yang hebat dengan Allah.

   Beliau (Sayyidah Fāthimah) berkata kepadaku (Syaikh Ibnul 'Arobiy): "Demi Allah, aku sendiri heran, Kekasihku Allah kok mau memberi Fātihatul Kitab kepadaku, selalu melayani dan mencukupi aku." Berkata Syaikh Ibnul 'Arobiy: Aku masih dalalm keadaan duduk, kemudian ada seorang permpuan datang dan berkata kepadaku: "Syaikh, suamiku berada di Syarisy, jauh sekali, bagaimana caranya agar bisa kembali kesini?" Permintaan perempuan ini lalu aku sampaikan kepada Sayyidah Fātimah, kemudian beliau berkata: "Ya sudah, aku akan menyuruh dengan surah al-Fatihah." Maka beliau membaca surah al-Fatihah dan perempuan tadi juga ikut membaca. Ketika surah al-Fatihah dibaca, terlihat ada bentuk bayangan, lalu beliau katakan begini: "Berangkatlah ke Syarisy, suami perempuan ini datanglah ke sini." Kemudian setelah ada jangka waktu sekira sampai di sana, suaminya betul-betul datang. Setelah itu, perempuan tadi mengadakan upacara tasyakkuran.


📚[Manāqibul Auliyāil Khamsin]                      

Komentar

Postingan Populer